Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

30 Hari Menulis Surat Cinta #9 : Sebuah Sepi demi Mimpi

Untuk sebuah rasa yang membuat diriku terkucil dari dunia ini ...


Rasa ini menyerang diriku. Lagi seperti beberapa hari lalu dan lagi membuat aku rindu kepada seseorang yang tidak ada disini.
Kesepian ...
Yah kesepian ini kadang bisa membuat aku merindukan semua orang yang dulu ada di dalam hidupku. Membuat aku mengingat setiap keping kenangan yang aku lalui bersama mereka. Membuat aku sadar, bahwa kekesalan yang dulu aku alami tidak bisa menggantikan kesepian yang aku rasakan sekarang ini. Rasanya aku ingin menukar semua kekesalan itu dengan kesepian yang makin menjalar dan menggogoti diriku bagaikan kanker ganas. Tidak bisa kuhentikan dan sangat sulit untuk diobati.
Aku merayap ke keramaian yang ada. Ke keramaian yang begitu asing dengan diriku, dan itu tidak bisa membunuh rasa sepi ini. Tetap ada senyum kaku yang terlukis di wajahku saat menatap satu-satu wajah mereka. Dan aku sadar, kesepian ini makin parah ketika aku di tempat ramai, daripada aku merenung seorang diri.

30 Hari Menulis Surat Cinta #8 : Kim Jonghyun SHINee

Dear Kim Jonghyun SHINee ....


Apakah aku harus selalu menambahkan kata “SHINee” di belakang namamu agar tidak tertukar dengan nama Jonghyun-Jonghyun lain di luar sana?
Aku rasa iya ....
Tau kenapa?
Karena meski namamu terkesan banyak di pakai, tapi hanya namamu yang paling bersinar. Layaknya bintang yang bersinar karena bantuan sang Matahari, seperti kau yang bersinar dengan bantuan fans-mu. Itu kan yang selalu kau katakan kepada para Blingers?
Aku ingat sekali perkenalanku dengan namamu itu sungguh unik, seperti cerita-cerita di novel-novel fiksi dimana dua tokoh utama saling membenci dan akhirnya jatuh cinta. Bedanya dengan kisahku, hanya aku lah yang membencimu saat itu.

30 Hari Menulis Surat Cinta #7 : Teman Kecil Yang Tidak Pernah Tumbuh Besar

Untuk detektif cilik yang tidak pernah tumbuh besar



Kau lucu sekali. Menggemaskan dan sangat menghibur ....
Itulah gambaranku tentangmu Conan. Kau detektif cilik yang terjebak dalam pemikiran dewasa, atau pikiran dewasa yang terjebak dalam tubuh kecilmu?
Entahlah, sampai sekarang aku masih menanti-nanti hubunganmu dengan Ran. Menanti-nanti kapan Ai Haibara akan menemukan penawar racun APTX4869. Menanti-nanti kapan Organisasi Baju Hitam akan terungkap. Banyak penantian yang sudah kau berikan kepadaku.
Aku mengenalmu sejak SD, umurku baru 11 atau 12 tahun. Berarti hampir 14 tahun aku menanti kisahmu melawan penjahat itu.
Ckckck....
Tidak bisa aku bayangkan, seorang gadis kecil yang polos dan lugu sepertiku, bisa terjebak dengan kisah kriminal yang kau tawarkan. Kisah cintamu dengan Ran membuat aku iri setengah mati. Kebimbangan Ai akan perasaanya membuat aku galau sepanjang hari. Karena saat Ai melihatmu, aku bisa melihat diriku yang sedang memandang dirimu.
Kau tokoh fiksi yang aku sukai…

30 Hari Menulis Surat Cinta #4 : Kerimbunan yang Terasa Akrab

Untuk sebuah pohon yang menawarkan kerimbunan....



Hari ini berlalu lagi.
Terus berlalu dengan kejadian yang sama terus di ulang-ulang kembali.
Aku pun tetap melakukan hal yang sama setiap hari. Duduk di bawah rimbunya pohon jeruk nipis yang ditanam nenekku beberapa tahun yang lalu. Harus aku akui, meski buahnya kecil-kecil, tapi pohon jeruk nipis ini memiliki batang pohon yang besar, daun yang rimbun dan air perasan yang cukup banyak. Cukup banyak hingga ibuku bisa menggunakannya untuk mencuci ikan agar tidak berbau amis.
Aku menyukai pohon ini. Dahannya yang kokoh menawarkan aku untuk selalu duduk disana berjam-jam dengan sebuah buku di tangan.
Apa kau tidak merasa keberatan menampung bebanku di dahanmu?
Karena ketika aku di landa bad mood berkepanjangan, atau ketika hormonku saling bertubrukan dalam tubuhku, aku berayun-ayun di dahanmu hingga menyebabkan beberapa buah jeruk nipis yang masih putik jatuh berguguran.
Seharusnya aku tidak melakukan itu kan?
Berbuat jahat kepada pohon yang…